//
you're reading...
Uncategorized

CATATAN PERJALANAN MENGIKUTI JOB ASESSMENT JABATAN FUNGSIONAL PAMONG BELAJAR

Tulisan ini merupakan pengalaman ketua IPABI DKI Jakarta (Eva Umar) saat mengikuti wawancara job asesment di Kemenkeu dalam rangka usulan tunjangan fungsional PB, berikut kisahnya..

Pada tanggal 14 Desember 2012 saya menerima pesan singkat lewat sms dari Ketua umum IPABI untuk mengikuti uji petik dalam rangka pengusulan tunjangan fungsional Pamong Belajar mewakili jenjang jabatan PB Muda. Seketika saya kaget, di satu sisi ini yg kita tunggu agar keinginan PB untuk memperoleh tunjangan fungsional secepatnya terwujud, tapi sekaligus membuat sedikit grogi dan terus terang seperti memikul beban yang berat sangat karena sudah sejak lama yaitu sekitar bulan Mei 2012 saya mengikuti rapat terakhir dengan kementrian PAN dan RB, bahwa uji petik oleh Kemkeu harus dipersiapkan dan harus lebih mempertajam hasil kerja dari tugas PB di setiap jenjang karena hal ini yang akan menentukan besaran tunjangan fungsional per jenjang. (Saya kembali mengingat sulitnya membedakan itu, berbagai masukan kami terima dari teman-teman tapi kita belum pernah sampai pada kata sepakat sampai uji petik siap dilaksanakan).

Pada tanggal 17 Desember 2012, secara resmi saya menerima surat resmi dari IPABI berupa rekomendasi dan surat ijin untuk atasan agar saya dapat mengikuti kegiatan yang bernama “Wawancara Job assessment”.
Sebelumnya saya pernah meminta ketua umum untuk mempertimbangkan untuk menganti saya dengan teman-teman lain yang saya yakini mempunyai kompetensi lebih baik, tapi ketua meyakinkan dengan alasan saya sudah mengikuti proses pembahasan ini sejak lama agar informasi yang di dapat tidak terputus dan demi kelancaran saja. Saya minta maaf dengan tulus bukan maksud lebih dari teman-teman tapi semata-mata karena kemudahan dan kelancaran proses saja, jika saya dianggap belum sepantasnya untuk itu.

Tanggal 26 Desember 2012. Pagi sekali saya sudah berangkat dari rumah ke ktr, dan janjian dengan Ketua uum IPABI untuk bersama-sama menuju Dir. PPTK PAUDNI Gedung C Lt.13 senayan. Sekitar jam 08.00 pagi kami telah sampai, dan sekitar jam 10 teman yang lain baik dari PB (Pak Mahmudin dan Mbak Wika) maupun dari penilik sudah lengkap datang memenuhi undangan dir. PPTK PAUDNI guna mempersiapkan kegiatan job assessment yang kemudian kami ketahui dari undangan Dir. Harmonisasi Peraturan Penganggaran bahwa kegiatan “wawancara dalam rangka analisis job assessment Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Penilik” akan dilaksanakan hari kamis dan Jumat , tanggal 27 – 28 Desember 2012 di ruang rapat direktur HPP, Gedung Sutikno Slamet lt. 19 Jl. Dr. Wahidin No.1 Jakarta Pusat.
Dari jam 10 pagi sampai 16.00, kita mengikuti wejangan dari berbagai pihak diantara Pak Abubakar kasubdit PPTK Dikmas, Ibu Dir. PPTK PAUDNI, Pak Agus dari Biro Humor Kemdikbud dan stafnya, Ibu Garti dari biro kepegawaian Kemdikbud.
Kami mendapat informasi beragam antara lain : besok akan wawancara sendiri2 masing-masing 2 jam; ketiga jenjang akan dipanel dan disidang satu persatu tentang tugas PB seperti lampiran 1 Permen PAN dan RB No.15 tahun 2010, dan sebaiknya memperlihatkan satuan hasil masing-masing butir kegiatan. Wah….. sontak saya kaget karena memang kita tidak diminta mempersiapkan dokumen apa pun… waduh…. sambil tepok jidat, semakin ndak karuan aja nih perasaan….
Singkatnya dari kegiatan itu semakin berat saja beban mental, karena semuanya mengatakan bahwa kami inilah yang jadi penentu keluar tidaknya tunjangan fungsional (apa saya pengambil keputusan ya, jadi mikir nih…) yang menurut saya pribadi terlalu melebihkan dan meletakan tanggungjawab yang terlalu besar. Tapi ini saya anggap hal positif yang memotivasi kami untuk berusaha maksimal sekuat kemampuan yang kami bisa. Tapi tetap saya merasa menjunjung beban berat yang rasanya udah sampai pundak…. tapi saya harus tetap tegak menahannya dan mencari cara membuatnya ringat. Saya merasa ini lebih dari saya mengikuti ujian tesis pada tahun 2007. Benar juga seperti ucapan pak Abubakar (Kasubdit PTK DIkmas PPTK PAUDNI) bilang sepertinya hal ini melebihi ujian doctor hehe….
Hari ini kami diinapkan di Hotel Melawai 3, dengan setia ketum IPABI mengantar kami sampai di hotel , seterus saya mandi, sholat maghrib dan tidak lupa berdoa agar diberi kemudahan.
Setelah makan malam, kami (PB Pertama, PB Muda, PB Madya) berkumpul dalam satu kamar (karena memang hanya disediakan kamar) untuk membahas dan membuat persiapan untuk kegiatan besoknya. Kami mulai membuka draf juknis yang diberikan oleh subdit PTK dikmas, saya ingat punya soft copy file draf final pedoman pelaksanaan tugas PB. Mulailah kami berdiskusi, membuka file-file yang bisa kami gunakan untuk membagi beban tugas PB kedalam jenjang pertama, muda, madya yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Sampai jam 12 malam kegiatan berjibaku dengan tugas pokok PB selasai juga, dan terujud dalam suatu bentuk matrik beban kerja yang kami anggap cukup logis yang bisa kami pahami dan menjadi tanggungjawab jenjang jabatan PB yang kami wakili.
Saya meletakan diri sebagai PB Muda, bukan sebagai seorang Eva Umar dengan pekerjaannya. Karena saya masih ingat kata-kata bapak dari KemanPAN RB bahwa “jangan berpikir apa yg sdr lakukan, tapi apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab sdr di jabatan tsb”. Saya sangat bersyukur walaupun saya di SKB, saya sudah melalui tugas pokok pengkajian program (walaupun Cuma sekali saja sampai saat ini) dan pengembangan model (baru aja tahun 2012 bersama P3PNFI DKI Jakarta), tapi sangat membantu memahami langkah kegiatannya, dan yang sangat bermanfaat lagi yaitu pedoman pelaksanaan tugas yang memang sudah dirancang dengan langkah-langkah kegiatan setiap tugas pokok PB.

Tanggal 27 Desember 2012, jam 04.00 subuh saya sudah bangun, mandi, sholat subuh serta kembali melihat file-file yang saya tidak mau luput dari perhatian, termasuk mempersiapkan file-file satuan hasil kerja PB yang ada di laptop untuk dijadikan sati folder untuk menjada kemungkinan dibutuhkan nantinya. Jam 6.30 kami sudah dijemput oleh Ketum IPABI yang dengan setia menemani kami. Singkatnya jam 08.00 WIB kami sudah sampai di Kemenkeu, untuknya jalanan tidak macet seperti biasanya mungkin karena liburan sekolah ya…
Cerita lucu terjadi ketika kami parkir, tidak taunya kami parker di VIP. Hal ini disadari ketika mau turun lho kok VIP, maka urunglah turun untuk pindah ke tempat parkir biasa hehe….
Kami masuk gedung, dan mendapat kartu tamu untuk masuk dan naik lift ke Lt.19. Setiba di Lt.19 kami dipersilakan menunggu di ruang rapat direktur HPP. Semakin dak dik duk saja jantung ini….
Tidak lama berselang kami ditemui oleh salah satu kasi, setelah bersalaman kami mendapat penjelasan bahwa kami merupakan narasumber mereka untuk menjelaskan tentang tugas PB yang memeng mereka belum memahaminya, kemudian baru lah saya tahu bahwa mereka-mereka itu lah job analys yang perkerjaannya berhubungan dengan analisis jabatan di Negara kita ini, mereka sudah menganalisis semua jabatan di republik ini sampai dengan wakil presiden (katanya presiden saja yang belum kami wawancara…).

Lebih kurang jam 09.00 WIB acara dimulai dengan pangarahan dari Kasubdit yaitu “bapak Setya” tentang kegiatan wawancara ini.
Dijelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh dir.HPP ini adalah “Job assessment dalam rangka job pricing tunjangan jabatan fungsional” dalam hal ini jbfung PB.
Metode ini dia namakan metode C3, dimana satua tahapannya adalah wawancara dengan pemangku jabatan. Tahapan metode C3 kurang lebih terdiri dari pengolahan data, wawancara pekerjaan, uraian pekerjaan, konfirmasi uraian pekerjaan, kertas kerjaa, evaluasi pekerjaan, pemeringkatan pekerjaan dan rekomendasi.
Adapun hal yang ingin diketahui adalah input (terkait keahlian dan keterampilan), proses (pengambilan keputusan, tanggung jawab, kerumitan, resiko fisik), output (dampak pekerjaan).
Kegiatan yang kami ikut adalah:
– Presentasi tentang tugas dan fungsi
– In dept interview
– Penyusunan kertas kerja
– Konfimasi/persetujuan hasil kertas kerja.
Outpu yang diharapkan dari kegiatan ini adalah konfirmasi jabatan yang sesungguhnya dan kertas kerja, yang nantinya akan sampai pada pengeluarkan ijin prinsip yang berhubungan dengan besarnya tunjangan jabatan fungsional PB.
Setelah semua hal diatas disampaikan oleh bpk kasubdit pada dir. HPP Kemenkeu, giliran bapak Abu Bakar (kasubdit PTK Dikmas Dir.PPTK PAUDNI) yang memperkenalkan kami dan menyatakan kesiapan kami mengikuti kegiatan wawancara job assessment tersebut.

Setelah itu kami langsung mengikuti wawancara, saya sebagai PB Muda mendapat giliran pada ruang lain dengan petugas job assessment 3 orang. Saya diminta menjelaskan semua yang menjadi tugas seorang PB muda. Saya mulai dengan aga tergugup pada awalnya, tapi Alhamdulillah semuanya dapat saya tuturkn pada petugas job analys, dan sering dilakukan pertanyaan-pertanyaan yang belum mereka pahami dan saya harus menjelas sehingga mereka memahami tugas PB. Sya mulai dengan menjelaskan KBM mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi, kemudian pengkajian program dan terakhir pengembangan model.
Saya sangat beruntung karena sudah memahami tugas dan langkah-langkahnya sesuai dengan draf pedoman pelaksanaan tugas PB (yang sudah disusun dir.PPTKPAUDNI) dan kesepakatan logis kerja tim antara PB pertama, muda dan madya yang memang sebelumnya sudah kami sepakati serta pengalaman tugas yang membuat semua itu lancer untuk dikemukakan dalam wawancara.

Setelah wawancara, kemudian mereka menyelesaikan kertas kerja maka kami dapat istirahat, sebelum kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel antara pemangku jabatan PB pertama, muda dan madya. Di sini sangat membantu untuk mempertegas gradasi pekerjaan yang menjadi tanggung jawab masing-masing jenjang. Hangatnya diskusi sampai selesai lebih kurang sampai sholat mahgrib sekitar jam 18.00.
Selanjutnya kami istirah sambil menunggu hasil kertas kerja masing-masing di print out dan ditanda tangani oleh petugas job analys dan pemangku jabatan.

Alhamdulillah kegiatan wawancara job assessment selesai, tinggal petugasnya mengkaji dan menilai sehingga akan dikeluarkan rekomendasi terkait ijin prinsip besaran tunjangan fungsional PB. Mudah-mudahan kami berdoa usulan tunjangan fungsional PB di setujui dan memasuki langkah selanjutnya yang tidak kalah rumitnya yaitu kegiatan harmonisasi kementrian terkait untuk sampai pada dikeluarkannya peraturan presiden tentang tunjangan fungsional PB dan juga penilik.

Secara ringkas kegiatan job assessment meliputi :
• Wawancara dalam rangka analisis job assessment tunjangan fungsional Pamong Belajar sudah dilaksanakan tanggal 27 Desember 2012 (08.00 – 19.00 WIB)
• Semua langkah-langkah kegiatan dalam setiap unsur dan sub unsur serta butir tugas PB (KBM, Pengkajian dan Pengembangan Model) pada setiap jenjang jabatan sudah disampaikan.
• Telah dilakukan konfirmasi pada setiap jenjang jabfung PB sehingga telah terlihat perbedaan masing-masing jenjang sesuai dengan tugas di jenjang jabatan masing-masing.
• Hasil konfirmasi uraian tugas tersebut telah dituangkan dalam kertas kerja “job description” yang ditanda tangani oleh Pamong Belajar yang mewakili dan job analysnya masing-masing.
• Kertas kerja tersebut diberikan pada ybs, instansi Pembina dan job analys (dir. Harmonisasi Peraturan Penganggaran, kemenkeu).
• Selanjutnya akan dilakukan evaluasi oleh internal Dir. HPP sampai dengan menghasilkan rekomendasi untuk disetujui menteri keuangan dan selanjut dikeluar ijin prinsip yang menentukan besaran tunjungan fungsional PB untuk masing-masing jenjang jabatan.
• Optimis tunjangan fungsional disetujui, dan tentang besaran terus terang kami tidak mengetahui yang diusulkan KemenPAN dan RB.
• Kami juga diberi pemahaman tentang perjalanan panjang dari pengusulan tunjungan fungsional ini antara lain ; jika ijin prinsip telah dikeluarkan oleh kemenkeu, akan disampaikan kembali ke MenPAN RB, kemudian MenPAN RB akan mengadakan rapat harmonisasi dengan KemenKUMHAM (peraturannya), DEPDAGRI (jaminan penganggaran di daerah karena PB ada kab/kota, provinsi dan pusat), MENKOKESRA. Setelah harmonisasi tercapai baru masuk ke SESKAB untuk dibuatkan PERATURAN PRESIDEN tentang Tunjangan fungsional PB. Ketika PP nya sudah ditetapkan barulah dibayarkan, begitu informasi yang diberitahukan kepada kami.

Inilah catatan yang dapat saya ungkapkan, mungkin tidak memenuhi kaidah penulisan, tapi yang jelas saya hanya mengungkapkan fakta, kejadian dan pengalaman yang ingin saya bagi dengan rekan-rekan PB terkait dengan keterlibatan saya langsung dalam kegiatan job asesmen dan juga kegiatan-kegiatan sebelumnya yang berhubungan dengan usulan tunjangan fungsional PB, tanpa mengurangi hormat saya terhadap PB senior yang mungkin sudah malang melintang di dunia kepamongan.
Terima kasih, Salam satu hati……

About ipabijakarta

Organisasi Profesi Pamong Belajar Provinsi DKI Jakarta

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: