//
you're reading...
Kegiatan

KEGIATAN PENINGKATAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN IPABI DKI JAKARTA, TAHUN 2011

Dilatar belakangi oleh keinginan peningkatan kualitas kompetensi Pamong Belajar secara terarah dan berkelanjutan, maka lahirlah program yang diberi nama ”Peningkatan Profesional Berkelanjutan” atau disingkat PPB yang dibidani oleh Direktorat PPTK Dirjen PAUDNI, khususnya subdit PPTK Dikmas.
Kegiatan ini khusus dapat diakses oleh organisasi profesi Pamong Belajar yaitu Pengurus Daerah Ikatan Pamong Belajar (IPABI). Tidak ketinggalan dengan tujuan yang peningkatan kompetensi anggotanya, maka IPABI DKI Jakarta mengajukan proposal dan ditetapkan menjadi salah satu organisasi yang menerima bantuan sosial program PPB pada direktorat PPTK PAUDNI.
Dengan pemikiran bahwa program PPB dapat menjadi salah satu jalan pengembangan dan perluasan pengetahuan, keterampilan dan kualitas kepribadian dalam memenuhi syarat peningkatan mutu profesi, maka IPABI DKI Jakarta melaksanakan kegiatan tersebut sesuai amanat yang ditanda tangani dalam akad kerjasama antara IPABI DKI Jakarta dengan Direktorat PPTK Dirjen PAUDNI.
Kegiatan PPB bertujuan meningkatkan kompetensi Pamong Belajar guna memenuhi tuntutan sesuai dengan standar nasional pendidikan dan memperluas wawasan dan pengetahuan serta meningkatkan keterampilan yang berkaitan dengan kehidupan professional pamong belajar. Dan lebih khusus yaitu :
1.Meningkatkan kompetensi 35 orang Pamong Belajar DKI Jakarta dalam bidang penulisan karya tulis ilmiah sehingga dapat membantu dalam pengajuan angka kredit.
2.Memperkuat kapasitas/kemampuan pamong Belajar DKI Jakarta sebagai pendidik, motivator dan fasilitator pembelajaran, sehingga berdampak terhadap peningkatan mutu program PAUDNI.
3.Meningkatkan motivasi Pamong Belajar DKI Jakarta dalam melaksanakan tugas pengembangan profesi.

Kegiatan Diklat Teknis Peningkatan Profesional Berkelanjutan bagi Pamong Belajar DKI Jakarta Tahun 2011 diikuti oleh 40 Pamong Belajar DKI Jakarta, dari 35 orang yang direncanakan pada awalnya.

Nara sumber pada kegiatan peningkatan profesional berkelanjutan (PPB) ini meliputi;
•Direktorat P2TK PAUDNI Kemendiknas.
•Dinas Pendidikan/P3PNFI DKI Jakarta.
•Akademisi
•praktisi

Alur kegiatan Peningkatan Profesional Berkelanjutan (PPB) bagi Pamong Belajar DKI Jakarta merupakan mekanisme atau runtutan kegiatan yang dimulai dengan pembukaan dan penjelasan teknis tentang kegiatan PPB, dilanjutkan dengan materi dan bimbingan yang dilakukan pada setiap kali pertemuan yang terdiri dari 8 kali pertemuan. Kemudian kegiatan pleno beberapa karya tulis dan diakhiri dengan penutupan.

Materi kegiatan PBB meliputi:
1.Kebijakan pembinaan P2TK PAUDNI
2.Kebijakan Dinas ttg pembinaan Jabfung PB
3.Tugas Jabfung PB
4.Penyusunan KTI
5.Pengembangan Sarana dibidang PNFI
6.Pengembangan TTG dbidang PNFI
7.Penyusunan Pedoman
8.Jabfung PB dan angka kredit

Pola kegiatan PPB yang dilaksanakan adalah pertemuan berkala/rutin dengan penyampaian materi, praktek penugasan, diskusi/bimbingan karya tulis.
•Paparan materi disampaikan oleh nara sumber dalam setiap pertemuan guna menyampaikan informasi sesuai materi teknis.
•Diskusi dilakukan dalam setiap praktek penugasan/penulisan karya tulis kepada semua peserta sesuai dengan tema/topik yang mereka pilih.
•Praktek penugasan/penulisan karya tulis kepada semua peserta sesuai dengan tema/topik yang mereka pilih dan dibimbing oleh nara sumber.

Waktu kegiatan PPB dilaksanakan dalam 8 (delapan) kali pertemuan yang dimulai dari tanggal 26 Oktober 2011 s.d. 16 Desember 2011.
Tempat Kegiatan PPB dilaksanakan bukan hanya pada satu tempat melainkan di beberapa tempat/lokasi tugas peserta sebagai berikut :
1. Pertemuan I s.d. IV di SKB Jakarta Selatan Jl. Kruing Komp.AL Pangkalan Jati Pd.Labu Cilandak Jakarta Selatan
2. Pertemuan V dan VI di SKB Jakarta Timur Kav. Pemda DKI Blok B/IX Pondok KelapaDuren Sawit Jakarta Timur
3. Pertemuan VII dan VIII P3PNFI DKI Jakarta Jl. Kebon Jeruk Raya No.1A Kebon Jeruk Jakarta Barat

Sarana dan prasaraan yang digunakan adalah ruang belajar kapsitas 40 orang, laptop, LCD projector, papan dan spidol white board serta Alat tulis peserta.

Langkah-langkah kegiatan pelaksanakan sebagai berikut :
A.Perencanaan
Sebagai langkah awal dalam proses pelaksanaan kegiatan ini maka dilakukan persiapan sebagai berikut :
•Rapat konsolidasi pengurus dan panitia yang dilaksanakan untuk pembagian tugas
•Penyusunan TOR dan desain kegiatan PPB sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan.
•Persiapan atau inventarisasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam kegiatan PPB.

B.Pelaksanaan
Adapun hal pokok yang dilaksanakan selama proses pelaksanaan kegiatan adalah ;
•Pertemuan pertama pembukaan kegiatan dan penjelasan teknis kegiatan PPB, dan dilanjutkan dengan materi kebijakan.
•Pertemuan kedua dilanjutkan dengan materi teori karya tulis ilmiah dan materi teori pengembangan media.
•Pertemuan ketiga dilanjutkan dengan materi pengembangan modul dan praktek.
•Pertemua keempat dilanjutkan dengan materi penulisan karya ilmiah populer yang dimuat di media massa, serta teori teknik penterjemahan/penyaduran suatu karya tulis dan dilanjutkan dengan praktek penulisan karya tulis.
•Pertemuan kelima dilanjutkan dengan praktek penulisan karya tulis dan membahas tentang rincian tugas jabatan fungsional PB.
•Pertemuan keenam dilanjutkan dengan materi penyusunan standar dalam hal ini mengarah pada penyusunan SOP pelaksanaan tugas pokok PB berkaitan dengan lembaga/UPT P3PNFI, dan dilanjutkan dengan praktek penulisan karya tulis.
•Pertemuan ke tujuh dilanjutkan dengan teknik dan cara sosialisasi Permen No.15 Tahun 2010 tentang jabatan Pamong Belajar dan Angka Kreditnya serta membahas tentang teknis penghitungan angka kredit PB.
•Pertemuan ke delapan dilanjutkan diskusi dengan nara sumber tentang rincian tugas jabatan pamong belajar sesuai Permen PAN dan RB No.15 Tahun 2010, dilanjutan panel beberapa karya tulis PB dan penutupan kegiatan.

C.Pelaporan
Pada bagian ini IPABI Provinsi DKI Jakarta berkewajiban menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan yang telah direalisasikan antara lain;
•Menyusun laporan pertanggungjawaban teknis kegiatan.
•Menyusun laporan pertanggungjawaban administrasi dan keuangan kegiatan.

D.Monitoring
Monitoring/pemantauan merupakan suatu kegiatan untuk melihat dan memastikan kegiatan PPB yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan.
Aspek yang menjadi sasaran pemantauan mencakup teknis dan administrasi. Hasil pemantauan digunakan sebagai upaya antisipasi sedini mungkin masalah yang terjadi. Hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program yang telah disusun dalam bentuk proposal. Pemantau melibat unsur Pusat dan daerah.

Kegiatan peningkatan profesional berkelanjutan (PPB) bagi Pamong Belajar DKI Jakarta dibiaya oleh dana bantuan diklat teknis peningkatan profesional (PPB) bagi penilik dan pamong belajar tahun 2011 melalui DIPA Direktoran P2TK PAUDNI Kemendiknas. Pembiayaan kegiatan ini sejumlah Rp. 65.000.000,- (Enam puluh lima juta rupiah) dengan rincian pemanfaatan dana sebagai berikut ;
a.Pelaksanaan kegiatan meliputi honor dan transpor panitia, nara sumber, peserta kegiatan dan belanja operasional kegiatan.
b.Manajemen kegiatan yaitu honor penyusunan dan pengandaan proposal, laporan, dan kegiatan rapat.
c.Monitoring dan evaluasi.

Hasil yang dicapai dalam kegiatan diklat teknis peningkatan profesional berkelanjutan bagi Pamong belajar DKI Jakarta meliputi ;
a.Terlatihnya 35 orang Pamong Belajar dalam bidang pengembangan profesi terutama dalam penulisan karya tulis.
b.Meningkatnya kapasitas/kemampuan pamong belajar sebagai pendidik, motivator maupun fasilitator pembelajaran, sehingga berdampak terhadap peningkatan mutu program PAUDNI.
c.Meningkatnya motivasi Pamong Belajar dalam melaksanakan tugas pengembangan profesi.
d.Dihasilkan 35 karya tulis/karya ilmiah yang di susun oleh Pamong Belajar DKI Jakarta (rekap dan dokumen terlampir).

Selama kegiatan Peningkatan Profesional Berkelanjutan (PPB) bagi Pamong Belajar DKI Jakarta, pada tahap perencanaan hampir tidak ditemukan kendala yang berarti, hanya saja dalam pelaksanaan kita menemukan masalah sebagai berikut :
a.Adanya peserta yang datang terlambat pada kegiatan pembelajaran, dikarena domisili peserta/pamong belajar DKI yang tersebar di seluruh pelosok DKI Jakarta dengan daerah penyangganya yaitu Depok, Bekasi dan Tangerang sehingga membutuhkan waktu yang agak lumayan lama bagi pamong belajar yang berjarak jauh dengan tempat/lokasi kegiatan.
b.Ada saja pamong belajar yang mempunyai motivasi rendah dalam mengikuti kegiatan dengan tidak memanfaatkan moment untuk mengali informasi dari nara sumber seluas-luasnya untuk lebih meningkatkan kompetensinya dibidang pengetahuan dan keterampilan tentang materi yang disampaikan dan aplikasinya dalam pengembangan profesi pamong belajar.
c.Ada sebagian peserta yang kurang fokusnya perhatian pada pembelajaran karena berbagai kesibukan yang menjadi tugas dan tanggung jawab serta tuntutan yang harus diselesaikan.
d.Beragamannya kualifikasi dan kompetensi peserta maka kesamaan kemampual awal juga sangat beragam, ini merupakan suatu kesulitan untuk menyamakan persepsi dan membutuhkan waktu dan kemampuan nara sumber untuk menggali pengalaman masing-masing peserta untuk mengetahui kemampuan guna menyamakan persepsi.
e.Ada sebagian Pamong Belajar yang sudah mendekati usia pensiun sehingga beranggapan tidak produktif lagi dalam pengembangan profesi khususnya penulisan karya tulis ilmiah.

Untuk mengatasi masalah tersebut diatas dilakukan upaya penanggulangan sebagai berikut ;
a.Menghimbau peserta untuk datang lebih tepat waktu, dan atas permintaan peserta juga kegiatan ini dilakukan tidak pada satu lokasi tapi bergantian di tepat tugas pamong belajar DKI yaitu P3PNFI dan SKB-SKB di wilayah.
b.Memberi motivasi dengan cara panitia meminta pada nara sumber lebih menggali pengalaman pamong belajar guna terjadi umpan balik bagi informasi dan praktek yang dilaksanakan.
c.Berupaya mencari waktu pertemuan/pembelajaran yang meminimal mungkin akan meninggalkan tugas pokok di tempat tugas masing-masing dan bekerja sama dengan lembaga dengan meminta ijin kepala P3PNFI DKI Jakarta untuk menugaskan Pamong Belajar dan setiap pertemuan/pembelajaran.
d.Nara sumber harus mengali informasi terlebih dahulu untuk memulai suatu materi guna mendapatkan kesamaan kemampuan awal yang tidak terlalu jauh berbeda.
e.Memotivasi dengan sama-sama menulis karya pengembangan profesi guna menimbulkan semangat dan kemampuan menulis baik berupa karya tulis hasil pengembangan/penelitian ataupun pengkajian, serta dalam menulis sarana pembelajaran berupa modul atau diktat pembelajaran.

Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksana dapat disimpulkan bahwa kegiatan peningkatan profesional berkelanjutan (PPB) ini sangat membantu meningkatkan kompetensi pamong belajar, misalnya saja ada Pamong Belajar yang jarang sekali dan bahkan hampir tidak pernah, tapi dengan kegiatan PPB ini harus melakukan atau menyusun suatu karya tulis, walaupun mungkin masih terbatas.

Bahan Ekspose PBB_2011_Dokumentasi IPABI DKI Jakarta

About ipabijakarta

Organisasi Profesi Pamong Belajar Provinsi DKI Jakarta

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: